Pendekatan Filologi terhadap Assunnah (Al-Hdist)

Posted by Anonymous Wednesday, May 12, 2010

Pada garis besarnya pengertian hadist dapat dilihat melalui dua pendekatan yaitu, kebahasaan (linguistik) dan pendekatan istilah (terminologis). Dilihat dari pendekatan kebahasaan hadist berasal dari bahasa Arab. Yaitu kata hadasa bengan pengertian yang bermacam-macam, misalnya dapat berarti Al-Jadid min Al-Asyya’ sesuatu yang baru sebagai lawan dari Al-Qadim yang artinya sesuatu yang sudah kuno atau klasik. Selanjutnya hadist dilihat dari segi pengertian istilah dijumpai pendapat yang berbeda-beda pula. Hal ini disebabkan karena perbedaan cara pandang yang digunakan masing-masing dalam melihat suatu masalah. Misalnya ulama’ ahli hadist berpendapat bahwa hadist adalah perkataan, perbuatan dan keadaan nabi Muhammad SAW. Sementara ulama’ ahli hadist lainnya seperti At-Thiby bukan hanya perkataan, perbuatan ketetapan nabi akan tetapi dia menambahkan perkataan, perbuatan, dan ketetapan para sahabat dan tabi’in merupakan hadist pula.

0 comments:

Post a Comment

Installed by CahayaBiru.com