A.
Pengertian Interaksi Sosial
Hubert Banner memberikan sebuah pengertian tentang
interaksi sosial sebagai sebuah bentuk atau lebih individu manusia, di mana
tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki
kelakuan individu lain.
Karena dalam interaksi sosial terdapat tindakan saling
mempengaruhi, timbullah kemungkinan-kemungkinan untuk saling mengubah atau
memperbaiki perilaku masing-masing secara timbal balik baik disadari atau
tidak.
B.
Faktor-faktor Adanya
Interaksi Sosial
- Faktor Imitasi
Imitasi adalah faktor dasar dari interaksi sosial yang
menyebabkan keseragaman dalam pandangan dan tingkah laku orang banyak. Yang
dimaksud dengan proses imitasi adalah contoh-mencontoh, tiru-meniru, dan
ikut-mengikut. Proses imitasi dapat dijelaskan sebagai berikut, proses imitasi
diawali oleh timbulnya sebuah gagasan (keyakinan baru) di dalam masyarakat
sebagai perangsang pikiran.
- Faktor Sugesti
Sugesti adalah suatu proses di mana seorang individu
dapat menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari
orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
Faktor sugesti memegang peranan penting, baik dalam
pandangan politik, orang tua, pendidik, teman sebaya yang juga ikut membantu
dalam pembentukan norma kelompok dan prasangka-prasangka sosial. Sugesti dapat
terjadi dengan mudah pada keadaan-keadaan tertentu:
a.
Sugesti karena hambatan berpikir
b.
Sugesti karena keadaan pikiran
terpecah-pecah
c.
Sugesti karena otoritas
d.
Sugesti karena mayoritas
e.
Sugesti karena “will to believe”
- Faktor Identitas
Kecenderungan seseorang untuk menjadi sama dengan
orang lain yang dianggap ideal/cocok dalam lapisan tertentu.
Proses identifikasi pertama-tama berlangsung secara
tidak sadar, kedua secara irasional berdasarkan perasaan-perasaan dan
kecenderungan dirinya yang tidak diperhitungkan secara rasional, ketiga
mempunyai kegunaan untuk melengkapi sistem norma, cita-cita, dan pedoman
tingkah laku orang yang diidentifikasi itu.
- Faktor Simpati
Simpati dapat dirumuskan sebagai perasaan tertarik
seseorang terhadap orang lain. Seperti halnya proses identifikasi, simpati
timbul tidak atas dasar logis rasional, tapi berdasarkan penilaian perasaan.
Berbeda dengan identifikasi, timbulnya simpati merupakan proses sadar bagi diri
manusia yang merasa simpati terhadap orang lain. Peranan simpati terlihat dalam
hubungan persahabatan antara dua orang atau lebih.[1]
C.
Macam-macam Interaksi
- Tindakan integratif-ekspresif, yaitu tingkah laku yang bersifat terpadu dan menyatakan dorongan kejiwaan seseorang.
- Tindakan yang menggerakkan kelompok ke arah penyelesaian suatu problem yang dipilihnya, seperti memberi jawaban terhadap pertanyaan, memberi sugesti, memberi pendapat, memberi penjelasan.
- Tindakan mengajukan pertanyaan berupa permintaan untuk orientasi, sugesti dan pendapat.
- Tindakan integratif-ekspresif yang bersifat negatif, yakni tingkah laku terpadu yang menyatakan dorongan kejiwaan yang bersifat menghindar.[2]
0 comments: