Hadits Mudhtharib

Posted by Munif Tohari Sunday, April 15, 2012


Secara etimologi kata mudhtharib ini diambil dari bahasa Arab, yakni berupa isim fa’il, idhtharaba-yadhtharibu-idhtihorab-fahuwa mudhtaribun. Seperti yang dituturkan Mahmud at-Thahan, al-idhtirab (bentuk mashdar dari idhtaraba), berarti cacatnya suatu perkara dan rusak susunannya. Mulanya, pengertian ini diambil dari ‘goncangan ombak’ di lautan (idhtirab al-mauj). Memang, ombak di lautan selalu goncang, seakan-akan antara yang satu dengan lainnya saling memukul. Kata ini juga berarti ‘goyang’ dan getar. Selain itu, kata ini juga berarti bimbang, bingung, dan ragu. Deretan arti ini bisa dipahami, karena biasanya orang yang jiwanya sedang bimbang, bisa menimbulkan keraguan dan berujung pada kebingungan.  Kegoncangan suatu hadits karena terjadi kontra antara satu hadits dengan hadits yang lain, berkualitas sama dan tidak dapat dipecahkan secara ilmiah.
Sedangkan hadits Mudhtharib secara terminologi memiliki banyak pengertian, yaitu:
1.      هو ماو قعت المخا لفة فيه با الا بد ال على و جه يحصل فيه التدا فع مع عد م تصر المرجح
“Hadits yang mukhalafahnya (menyalahi hadits lain), terjadi dengan pergantian pada satu segi yang saling dapat bertahan, dengan tidak ada yang dapat ditarjihkan.
2.      ما ر و ى على ﺃو جه مجه مجتلفة متدا فعة على التساوى فى الا حتلا ف بحيث لم يتر جح احدا هما على اﻷ حرى ولم يمكن الجمع بينهما من راو واحدبا ن رواه مرة على وجه احر على و جه مخالف له او رواه اكثر بان يضطرب فيه اويان فاكثر
“ Hadits yang diriwayatkan atas beberapa cara yang berlainan yang satu menolak yang lain, sedang dia sederajat dalam perbedaannya dan tidak kuat salah satunya atas yang lain dan mungkin dikumpulkan antara perawi yang satu dengan lain, karena sekali ia meriwayatkan begini dan sekali ia meriwayatkan oleh lebih dari seorang dan terjadi perbuatan-perbuatan antara orang perawi itu ataupun lebih.”
3.       ما اختلفت وجوه روايته سواء كان راوي هده الوجوه واحدا أواكثر بشرط أن لا يترجح بعضها بعضا
“Hadits Mudhtharib ialah hadits yang berlawanan cara periawayatannya, baik perawi-perawi cara itu, seorang ataupun banyak dengan syarat sebagainya tidak lebih kuat dari yang sebagian.
4.      الحد يث الضطر ب هو الحد يث الذ ى ير و ى من قبل راو واجد اواكثر على اوجه مختلفة متساوية ولا مر جح بينهما و لا يمكن الجمع
hadith mudhtharib adalah haditht yang diriwayatkan dari seorang rawi atau lebih dengan beberapa redaksi yang berbeda dan dengan kualitas yang sama, sehingga tidak ada yang dapat ditinggalkan dan tidak dapat dikompromikan.
5.       المضطرب : هو الذي يرو ى على أوجه مختلفة متقاربة
Maksudnya: Mudthorib adalah hadits yang diriwayatkan dengan bentuk yang berbeda-beda padahal dari satu perawi (yang meriwayatkan) dua atau lebih, atau dari dua perawi atau lebih yang berdekatan lafaz dan maknanya (dan tidak bisa ditarjih)”
Adapun dalam ilmu hadits, hadits ini didefinisikan oleh sebagian ulama dengan “Hadits yang diriwayatkan dari berbagai bentuk yang berbeda-beda, yang semuanya sama kuatnya”.
Karena titik tolak term hadith ini adalah adanya kontradiktif (ikhtilaf), maka ia tidak akan bisa dilepaskan dari hadith yang lain. Gambaran hadith idhtirab ini adalah, misalnya seorang rawi meriwayatkan sebuah hadith dengan redaksi tertentu. Ternyata pada kesempatan lain, rawi itu meriwayatkan hadith itu dengan redaksi yang berbeda. Atau, ada sebuah hadith yang disampaikan oleh beberapa rawi dengan periwayatan yang berbeda-beda.


Referensi:
Abdul Majid Khan. Ulumul Hadits, (Jakarta : Amza 2008).
Al-Imam an-Nawawy, Irsyaduthullab al-Haqa’iq ila Ma’rifatisunanikhair al-Khala’iq, (Beirut: Darul Yamamah, tth).
Al-Suyuthi, Tadrib Al-Rawi fi syarh Taqrib Al-Nawawi, Jilid I, (Beirut: Dar Al-Fikr, 1988).
Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Mahdar, Kamus al-‘Ashri, (Yogyakarta: Mukti Karya Grafindo, tth), cet-4.
Dr. Mahmud ath-Thahan, Taisir Mustalah al-Hadis, (Surabaya: Bungkul Indah, tth).
Dr. Muhammad Adibi Shalih, Lamahat fi Ushul al-Hadits, (Beirut: al-Maktabah al-Islamy, 1999), cet. 3.
Munzier Suparta, Ilmu Hadits, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008).
Team Yayasan Bina Ukhuwah, Modul Musthalah Hadits Program Tatsqif Ma’had Bina Ukhuwah, (Karawang: Yayasan Bina Ukhuwah,tt).

0 comments:

Post a Comment

Installed by CahayaBiru.com